.

Mempersembahkan Sebuah blog norak dari Celotehan Seorang Pemuda Desa yang aneh dan tidak terkonsep kayak kapal pecah, Syukur-syukur kalau masih bisa awet sampai punya anak-cucu-cicit ...
Tampilkan postingan dengan label Dayak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dayak. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2017

Nyanyian : Anak-anak Sungai Utik (Tanah Leluhur, Jangan Pernah Kita Gadai)



Kami Anak-anak Sungai Utik
di besarkan dari Hutan Rimba
Kami Suka Menari, Kami Suka Bernyanyi
Kami Mencari Ikan
Hoiiiii.......   Sungguh Gembira.
Tanah Leluhur, Jangan Pernah Kita Gadai
Demi UNTUNG Sementara.
***
Official Website : http://borndeo.com/
Youtube : www.youtube.com/deofighting
Facebook : https://www.facebook.com/borndeo

Dayak Iban Sungai Utik hand tapping tattoo


Support by : borndeo.com
Youtube by :  youtube.com/deofighting
On Facebook : https://www.facebook.com/borndeo 

Tatto dengan motif iban "bungai terung" melambangkan kedewasaan dan  kemandirian bagi kaum remaja pria iban. Bungai terung terletak di bahu kiri dan kanan, yang berarti keseimbangan.
Lingkaran yg ada di dalam bungai terung disebut "perut mure" nampak seperti tali jiwa.
"perut mure" yang nampak seperti tali jiwa merupakan untaian tali yang  saling melingar di tengah bungai terung tersebut. "perut mure" wujud nyatanya bisa dilihat di kecebong (anak katak) bagian perutnya.

Tatto di Rumah Betang Sungai Utik  dibuat dengan cara tradisional (cara ketok / handtapping), oleh tatto artist Dayak Iban Sungai Utik. Sebelum bertatto yang di tatto maupun yang menatatto akan "muae ae tuak" memberikan "minuman kepada Pencipta", ini di maksud agar semuanya berjalan lancar, dan baik-baik saja.

Kamis, 03 September 2015

MY TREE MY LIFE MY FAMILY



POHON BESAR ini Sudah Ada Sebelum Ayah Saya Lahir. Ketika Ayah muda, ia sering mengunjungi Pohon Sabang ini. Sekarang saya juga sudah Lahir ke Dunia dan melihat Pohon Besar ini. Banyak Hal yang Ayah ajarkan tentang Semesta dan Budaya. Suatu hari nanti Saya juga ingin Buah Hati saya melihat Pohon Besar ini dan belajar banyak hal tentang warisan leluhur, semesta dan bersyukur atas anugerah sang Pencipta. Saya mengambil foto Ayah di dekat Pohon Besar terletak di Bukit Sabang, Kalimantan Barat Indonesia

Ngetan Ke Menua [Defending Native Land Rights] #IBAN


Ngetan Ke Menua [Defending Native Land Rights]. Beserakup sereta besaup Ngetan Ke Menua.
Big Thank you for everyone you're the best, God Bless.
Cameraman : Deo & Ricky.  Edited by : Deo Music by :Terra Sacra Time Lapses - Sacred Earth Around the World #Iban #DayakIban #Kalimantan #Sarawak #Borneo #NgetanKeMenua #Ibanceremonies

Support by : borndeo.com

DAYAK CULTURAL FESTIVAL "ONE BORNEO ONE DAYAK"



DAYAK CULTURAL FESTIVAL "ONE BORNEO ONE DAYAK"

20 Juni 2015. DBNA Hall, Jalan Kumpang, Off Jalan Ong Tiang Swee, Kuching.

The ‘Dayak Cultural Festival’ hosted by Sarawak Dayak Graduates Association (SDGA) in collaboration with Dayak National Congress (DNC) could be seen as a melting pot for all Dayak communities across Borneo.

The inaugural two-day event, which concluded yesterday, was also a platform for these communities to foster resilient relationship with one another through their rich culture and tradition.

Delegates came from here, West Kalimantan and Sabah.
Read more
Camera & Edited by : Alberto Deo Prawira
#DAYAK #CULTURAL #FESTIVAL #KUCHING #SARAWAK #MALAYSIA #KALIMANTAN #BORNEO

Support by : borndeo.com 

Ulu Sungai Utik – [Dok.Gotong-Royong] Part II


Lihatlah tumbuhnya cahaya itu di dalam dan memancar keluar, Menghubungkan Kita dengan semua cahaya dari kasih Tuhan. Aku melihat Tuhan pada semua orang. Kesadaran Tuhan telah menghubungkan kami semua.
Jalur Kepada Tuhan bukanlah jalan yang panjang Hanya sejauh kepala dari Hati Kita.  
Support by : borndeo.com

Ulu Sungai Utik - [Dok.Gotong-Royong]

Beberapa Warga Sungai Utik Bergotong-royong membuat Langkau/ Pondok Sederhana yang bertempat  di ulu Sungai Utik, Indonesia. Gotong-royong tahap pertama dilaksanakan beberapa hari untuk mempersiapkan tempat dan bahannya, dan selanjutnya  akan dilanjutkan lagi proses pengerjaannya, sesudah masa "gawai". Perjalanan menuju Langkau/Pondok ini di tempuh sekitar 1,5 - 2 jam dengan jalan kaki, dan sekitar 1-1,5 jam menggunakan perahu. Langkau/Pondok di bangun bertujuan untuk para warga ataupun pengunjung yang akan menikmati alam yang ada di sana.
Terima Kasih untuk Tuhan Yang Maha Esa, Alam Semesta, Semua Makhluk Hidup dan semuanya, Tuhan Memberkati.
Support by : borndeo.com 

Rekam Jejak Sederhana di Sungai Utik Kalimantan Barat



Kehidupan Pagi Hari di Rimba sangatlah sederhana Tanpa Listrik kami bahagia Tanpa sinyal Hp kami juga bahagia Senyum dan perasaan bahagia kami yang mewakili semuanya kedamaian, kealamian,keindahaan, ketenangan, kearifaan, kemurnian Pagi Hari daun dan tanah basah oleh embun pagi. Cacing, Jangkrik, Kupu-kupu dan semut pun genit mengintip kami Indahnya siulan Burung bersahutan seperti orchestra mini Hangat Sinar Vitamin pagi pun menembus lebatnya Hutan dan alam semesta. di temani dengan ikan batu yang jinak menggoda ria gemercik suara sungai membuat ingin menyelam lebih dalam walau harus menahan nafas. aku merasa sunyi tapi amat sangat damai di hati. di sana kami melihat alaminya pohon-pohon yang setia menemani setiap pandangan sepasang mata kami, dan segarnya udara yang masuk ke paru-paru kami. sungguh indah bukan alam semesta? Kami mencintai alam dengan tulus apa adanya tanpa paksaan, bukan karena alasan apapun. Aku rasa cinta kami dengan alam yang alami, tidak bertepuk sebelah tangan, Kami dan Alam saling mencintai,  Mencintai satu sama lain dan  "Alam adalah Bagian dari Hidup Kami".
Jejak rekam kami hanyalah sederhana, kami hanyalah sementara di dunia ini, mungkin kelak semua jejak kami akan jadi warsian anak cucu kami yang menjadi tongkat estafet kami berikutnya, akan mereka lihat dan rasa, hanya waktu yg akan bicara kalau TIDAK ADA ALAM mungkin TIDAK AKAN ADA MANUSIA, kalau TIDAK ADA MANUSIA mungkin ALAM AKAN TERUS ADA. hanya sebuah opini sederhana yang tidak tahu diri dari Deo.
Cameraman & Edited by : Alberto Deo Prawira 
Alat Rekam : +Sony Ericsson Xperia Ray (Camera depan & Belakang) +Canon 600D

Support by : borndeo.com

Born DEO for BORNEO

This life is an episode. We only have 3 episodes of life: yesterday, today and tomorrow. 2 minute video "Born DEO for BORNEO" please see the video at: is a special episode of the children born from the womb of a mother on the island of Borneo.
dedicated to the ancestors in the jungle wherever located, from the Amazon jungle to the jungle of Borneo and all ancestors throughout the universe. The rain forest is the most precious treasure for our earth. 5 lungs of the world: the Amazon Forest, the Kinabalu National Park, Sapo National Park, Forest Alaska, Daintree. we did not inherit this universe than our ancestors, but borrow it from our children, then we have to return it intact. I'll see you again, if tomorrow will never come, then life just today and yesterday. 

hidup ini adalah sebuah Episode. kita hanya mempunyai episode hidup 3 hari saja: kemarin, hari ini dan besok. Video 2 menit "Born DEO for BORNEO" merupakan episode spesial dari seorang anak yang terlahir dari rahim seorang Ibu di pulau Borneo. di Persembahkan untuk para leluhur di rimba di manapun berada dari rimba Amazone sampai rimba Borneo dan semua leluhur di seluruh penjuru Alam semesta. Hutan hujan ialah harta yang paling berharga buat bumi kita. 5 paru-paru dunia : Hutan Amazone, Taman Nasional Kinabalu, Taman Nasional Sapo, Hutan Alaska, Daintree. kita tidak mewarisi alam semsesta ini dari para leluhur kita, tapi meminjamnya dari anak cucu kita, maka kita harus mengembalikannya secara utuh. sampai jumpa lagi jika hari besok tak akan datang, maka hidup hanya hari ini dan kemarin

BORN FOR THIS || BORNDEO.COM


Official Website : http://borndeo.com/
''I WILL PROTECT PEOPLE I LOVE"
youtube : www.youtube.com/deofighting
Salam untuk Semua Keluarga  DAYAK IBAN  di Sarawak, Malaysia dan Kalimantan Barat, Indonesia.

Rabu, 03 September 2014

Ritual 'Mali Umay" Dayak Iban Sungai Utik



Ritual 'Mali Umay" Dayak Iban Sungai Utik dilakukan turun temurun sejak jaman dahulu.

Proses berdoa, meminta izin dan memohon kepada sang Pencipta, agar lahan tempat berladang menjadi subur dan memperoleh hasil yang melimpah dan agar Roh-roh jahat tidak menggangu.

Warga juga memohon agar selalu diberikan kesehatan agar selalu di berkahi.

Jumat, 16 Agustus 2013

Perjalanan Indonesia-Sarawak-Brunei

15-23 Juni 2013. '' Seberapa jauh pun Rumah teman/saudara anda mau itu hujan, panas, banjir, gelap,terang, anda akan tetap menghampirinya berkunjung kalau itu benar-benar teman/ saudara anda", di manapun mereka berada.

Hal ini lah yang Saya lakukan bersama Om dan Tante saya.
Kami berasal dari Suku Dayak Iban yang berada di Kalimantan Barat, dan kami mempunyai hubungan persaudaraan dengan Iban yang berada di Sarawak Malaysia.
Saat ini tujuan kami adalah mengunjungi Ayah dan Ibu dari Om dan tante.
Om dan Tante sudah lama tidak bertemu dengan Orang Tuanya, sekitar 30an tahun. Mereka sudah terpisah sewaktu masih kecil.
Om dan Tante berada di Kalimantan Barat Indonesia, dan orang tuanya berada di Medamit,Melaban, Sarawak Malaysia.

inilah awal dari perjalanan kami bertiga...
tempat yang tidak pernah saya kunjungi sebelumnya
tempat yang tidak pernah saya lihat sebelumnya
orang-orang yang tidak pernah saya tahu sebelumnya

Sesampainya Kami bertiga  di sana.
Kami sampai di Pasar Limbang Sarawak, itulah awalnya kami bertemu. 
Pandangan yang saling tidak ingin lepas menatap wajah satu sama lain.
Anak yang menatap wajah orang tuanya dan orang tuanya menatap anaknya

wajah buah hati yang mirip itulah anugerah dari Tuhan.
Mereka saling mengenali.
ada haru,pelukan,ciuman, tangis dan bahagia.
Cinta Orang Tua kepada anak-anaknya tidak akan lekang oleh zaman.
usia boleh menua tapi cinta adalah rasa yang abadi dan tak kan pernah usang.


jujur saja,Saya kehabisan kata-kata.sulit mungungkapkan dan membayangkan pertemuan 30an tahun terpisah dan bertemu kembali, beribu mimpi cerita dan kenangan perjuangan.
Kami juga mengunjungi rumah panjang tempat Om dan Tante bermain waktu masih kecil dulu di Melaban.
Banyak sekali perbedaan, dan perubahaan sampai-sampai Om dan tante hampir tidak ingat.
dan hanya foto yang bisa mengabadikan moment yang akan kami rindukan ini.
Sampai di Rumah Panjang Melaban, Sarawak Malaysia




Bertemu Keluarga di Pasar Limbang

Ayah dan Ibu dari Om dan Tante

Om bersama Keponakan, Angela dan Amber


Suasana di Pasar Limbang

Tante dan Ibunya

tentu saja Saya, Alberto Deo Prawira

Rumah Panjang Medamit,Sarawak Malaysia

Saya bersama anak-anak di rumah panjang medamit

Tante Bertemu dengan keluarganya

Tante dan Om berbagi cerita

Tante dan Om berkumpul  bersama keluarga

Makan Bersama

berkumpul bersama

Om dan Ayahnya

saling berbagi dan memperhatikan

kakek dan saya | 2 generasi

mandi di sungai

Perjalanan Mengunjungi Keluarga IBAN melewati Apan Indonesia, Miri Sarawak ,Batu 3 Brunei Darussalam, Limbang, Medamit dan akhirnya tiba di Melaban Sarawak

Selasa, 25 Oktober 2011

First Flower,First Award





Selama tiga hari melakukan hajatannya ( 20-22 Oktober 2011)
Pesta Seni dan Budaya Dayak di yogyakarta pun telah usai
Sekali lagi Taman Budaya menjadi saksi lahirnya acara Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan IX 2011 , yg mendewasakan kami semua generasi Dayak

Persiapan yg matang yg dilakukan oleh panitia,sehingga semua bagian yg di sajikan dengan penuh rasa di tiap kegiatan :)
*kalau anda datang dan melihat anda pasti merasakannya,bukan begitu..??

dari Pembukaan,Festival dan lomba-lomba dan Penutupan,
Walaupun di kemas secara modern, tapi kita harus melihat unsur tradisional yg terselip dan kembali ke akar budaya,terlihat sekali dari ritual-ritual yg di tampilkan.
*anda bisa melihat saat, seorang yg laki-laki tua menjampi-jampi dgn bahasa dayak.

Kepada semua yg telah berperan sangat aktif hingga kegiatan ini selesai, saya salut pada anda semua..
buat yg juara jga selamat ( harus di pertahankan,lebih kreatif dan apa perlu di tingkatkan lagi)

yg belum dapet nomor, yaa kalian smua tetap terbaik (karena menurut saya, kalian dah menampilkan yg terbaik)
karena Anda semua ialah sekelompok orang yang punya perhatian akan kebudayaan.
Membuktikan bahwa acara seperti ini bukan hanya berupa tontonan kesenian tradisional saja
tapi di kemas sesuai zamannya, agar bisa lebih sampai dengan cita rasa anak muda (generasi baru dayak) sekarang,dan menyemangati yg lain.

-------
Cerita ini di mulai ketika semua rasa di padukan
ketenganggan,persahabatan,asmara
jadi jgn bingung kalau judul sama isi rada-rada ga nyambung
First Flower (rahasia yang tersembunyi di setiap bunga)
First Award (menyimbolkan penghargaan dan keberanian)
baca sampai habis ceritanya tanpa di sulap,sim salabim anda ketagihan dah :P

Tulisan di atas tadi hanya pembukaan. Selanjutnya juga pembukaan tapi lebih buka-buka an
hee, cuman bcanda *garing ya...

emang tulisan ini banyak bcanda nya,
karena saya lupa mengaktifkan sensor serius di otak saya,gara-gara lupa tombol ny di sebelah mana :P

ketika malam penutupan hampir usai, dan saat semua nya
saya perhatikan penonton nya kompak banget deh
dari kompak beli tiket
kompak tepuk tangan, kompak "nyaut/menjawab" kalau di tanya-tanya Mc nya,
malem itu kompak banget.

deg-degan karena mau di bacakan pengumuman para pemenang
lomba-lomba, festival tari..
saya perhatikan toilet hampir penuh,karena banyak yg mengantri
*mungkin,saking deg-deg an pada kompak banget mau pipis.heeee

setelah lama menunggu, sampai kursi yg di duduki jga dah panas
akhirnya pengumuman juga..
saya juga tidak terlalu ingat siapa saja yg mendapat juara,
tapi se ingat saya, juara festival tari dari Forum Sanggau
menurut saya, mereka pantas jadi yg terbaik malam itu
dari Properti, tarian, musik, di racik hingga padu, sedap di pandang mata,sedap di telinga,sedap pula di hati :)
penampilan mereka berbeda, mungkin persiapan latihan mereka jauh lebih matang dari peserta lain.
menggagumkan :)
*tepuk tangan penonton banyak sekali terdengar untuk mereka :)

lepas dari Tari,
kita lanjut ke ingatan saya ke pengumuman lomba yg lain.
yaitu lomba essay
**Lomba Esai dengan tema “Keunikan Budaya Dayak dimata Generasi Muda”. Lomba ini diselenggarakan untuk membangkitkan minat menulis, meneliti serta menggemari kebudayaan, khususnya budaya Dayak di kalangan generasi muda dan mahasiswa.**


dengan essay saya yg berjudul " Bujang Dara Gawai Dayak di era Modernisasi"
malam itu tiba-tiba saja nama saya di panggil "Alberto Deo Prawira" dan dapat nomor tiga ...
info lebih lengkap : pengumuman-15-karya-terbaik-lomba-esai

*dengan gugup,dari bangku dan saya bangkit berdiri menuju ke depan,dan memasang muka cupu
heee :^
harap maklum saja, ini merupakan puasa gelar saya sejak SD..
terakhir kali dapet juara kayak gini ya waktu SD, itupun lomba Melukis..
*waktu masih bocah..
waktu yg cukup lama bukan,pensiun gelar ( kayak pemain bola aja,mw gantung sepatu.dari hoby melukis berubah jadi hoby menulis)
mungkin akibat umur yg sudah Menua jadi semakin berproses,
tapi tetap aja kelakuan saya masih kayak anak-anak :) hee
jujur saja, saya tidak mempunyai basic melukis dan menulis,mungkin karena saya menyukainya saya sedikit bisa sebagai pemula :)
saya suka menulis tapi jarang suka membaca, aneh bukan????
marilah membaca biar tidak beku :)
--
lanjut lagi ke atmosfer menenggankan
*mlm itu saya memakai baju tenun dayak iban (yg ibu kirim dari kampung) dgn balutan Blezer hitam, jins dan sepatu ala Cowobys penunggang Kuda :P
sayang malam itu, saat maju di depan tidak bisa menyampaikan ucapan terima kasih pakai Mix :) ala Award Music/Film di eropa,,.
jadi suara ucapan terima kasih saya tidak bisa di dengungkan

dan lampu sorot yg berwarna orange berdiameter satu meter fokus tajam ke arah saya.(Perlu PeDe tingkat Dewa Saat itu)
mungkin ada ratusan pasang mata yg menatap saya malam itu
membuat saya gugup,dan berdiri sedikit bergetar seperti di gergaji
dalam hati pelan-pelan saya mengungkapkan rasa syukur atas apa yg telah saya raih
Terima Kasih untuk Tuhan Yang Maha Esa,
perempuan dayak yg telah melahirkan saya "Ibu Saya/ Indae deo",

seorang perempuan yg membagikan pengalaman dan informasinya Frisna Virginia (Dara Gawai Dayak tahun 2010 Pontianak)

debut pertama tulisan saya telah di baca seorang sahabat yg membaca dan mengkoreksi Tulisan saya yaitu Bung Marvel
( karna dia Esay saya menjadi lebih terstruktur dan berpola :)
dan seorang Psikolog mbak novi yg memberi saya solusi penampilan dari rambut gondrong yg harus di sisir, dan sempat ganti2 blezer dari warna biru jadi hitam :) terima kasih
plus Ka Tina,Budin,Heri,Anen,Fetro,Herdian,Ivan,Wawan, dan pengaban ulu smua..

Air Kopi-kopi saya yg sudah habis beberapa gelas saat proses penulisan, matur nuhun kopi yg dah masuk ke dalam perut
sehingga air kopi saya di konversikan menjadi air seni :)

dan buat teman-teman yg melihat saya di layar bawah wkt saya maju...
haaa,mereka bingung,kenapa saya bisa maju..
tapi sama saya juga bingung...
terima kasih, sudah bingung :)


Terima Kasih rahasia yang tersembunyi di setiap bunga, untuk perempuan yg memberi saya ucapan Selamat yg pertama LBM


dan matur nuhun thank you buat smua teman-teman samua nya, dari yang di darat,di air,udara, planet-planet lain, nuhun dah poko nya
tarangkiyu sa mina mina keke


*Saya denger Karya-karya terbaik menurut dewan juri (termasuk juara) akan diterbitkan dalam sebuah buku
kalau udah terbit jgn lupa baca ya rencang-rencang sedoyo...

bagi saya kalian semua adalah pemenang,
karena Anda semua ialah sekelompok orang yang punya perhatian akan kebudayaan.
:)