.

Mempersembahkan Sebuah blog norak dari Celotehan Seorang Pemuda Desa yang aneh dan tidak terkonsep kayak kapal pecah, Syukur-syukur kalau masih bisa awet sampai punya anak-cucu-cicit ...

Jumat, 30 November 2012

Red and White "Indonesia"


God Bless Timnas Indonesia, you are my everything
Saya Bangga menjadi orang Indonesia

Timnas Indonesia adalah satu-satunya tim yang membuat semua rakyat Indonesia Jatuh cinta.
jutaan pasang mata menanti-nati pertandingan tim kesayangannya, yaitu Timnas Indonesia.
saat timnas Indonesia bertanding, rakyat Indonesia akan selalu ada, di stadion, di depan televisi, di manapun ingin melihat timnas.

inilah kesetiaan rakyat Indonesia terhadap Timnas, bersatu  mencintai dengan setulus hati
mencintai sepak bola, mencintai tim nasional Indonesia, persaudaraan yang indah
We are One :)

Sebelum Pertandingan Timnas selalu terdengar lagu Indonesia Raya, pendukung timnas di stadion menyanyikan lagu kebangsaan dengan  lantang, semangat  dan mata yang berkaca kaca, sungguh suasana yang menggagumkan, inilah Cinta, menyentuh perasaan yang paling dalam dan merangkul erat satu sama lain.

teruslah berjuang Timnas Indonesia, kami rakyat Indonesia selalu mendukung mu sampai kapan pun generasi terbaik Timnas akan segera lahir cepat atau lambat, sekali lagi TIMNAS INDONESIA teruslah berjuang dan menjadi yang terbaik.

"The Red Of My Blood, The White of My Skull, United in My Spirit"





Rabu, 21 November 2012

Mbah Penjaga Makam Kliteran Lor


 Jika kita hidup setiap hari  seperti hari terakhir bagi kita,  maka kita  akan  menciptakan sesuatu yang benar-benar besar.  
(Steve  Jobs).


Mewawancari Penjaga Makam
1.      Bagaimana mereka bekerja?
2.      Mengapa Mereka bersedia mengerjakan hal tersebut?
3.      Pengalaman apa yang didapat dari etos kerja mereka?




Jawaban :
1.     Nama Penjaga Makam yang saya wawancarai adalah mbah Hardja Min (89 tahun). Mbah Hardja Min adalah penjaga makam atau kuncen di kuburan Kliteran Lor, Yogakarta. Mbah menceritakan tentang pekerjaan nya menjaga makam karena makam tersebut adalah peninggalan dari Nenek Moyang nya waktu zaman perang dahulu dan nenek moyang nya di makamkan di tempat itu. Mbah menjaga makam dari pagi hingga sore hari, mbah duduk di bawah pohon di samping makam, tugas mbah hanya bersih-bersih makam seperti menyapu daun-daun atau sampah yang terdapat di daerah makam. Mbah juga sering mendapatkan rejeki dari para pengujung makam, baik itu uang ataupun rokok.
2. Mbah Hardja Min bersedia menjaga makam karena “untuk menghabiskan massa tua nya” begitu ungkapannya.  Mbah menjaga makam dengan rasa yang tulus dan ikhlas mungkin itu yang membuat mbah bersedia melakukan pekerjaannya.
3.      Pengalaman yang didapat dari Etos kerja Mbah si penjaga makam adalah kerja keras dan ketulusan dalam bekerja, tidak kenal kata lelah dan mengeluh, itu yang membuat pekerjaan menjadi sangat dicintai apabila kita mempunyai rasa seperti itu.

Senin, 05 November 2012

Andai Aku Menjadi Ketua KPK

Andai Aku Menjadi Ketua KPK
Aku tidak berharap di negeri ini para koruptor masih  berkembang biak  dengan makmur sentosa, bercanda dengan senyuman rakusnya  setelah membaca tulisan dari Saya yang baru berandai-andai menjadi ketua KPK, karena  para pencuri itu tidak akan lepas mungkin setelah secepatnya saya dilantik menjadi ketua KPK yang baru.

Andai Saya menjadi Ketua KPK?  tentunya  saya harus waras dengan kejujuran dan kesetiaan,  karena saya  tahu kalau berani jangan  takut-takut, kalau takut jangan berani-berani. Akan saya  sapu terlebih dahulu rumah (baca: instansi) yang kotor, karena saya yakin akan saya temukan bau tikus rakus yang berdasi di laci sudut sempit meja usang yang hampir di makan rayap yang pondasinya hampir roboh. Setelah bersih akan saya  bersihkan sarang laba-laba putih yang telah kusut di atas ventilasi jendela rumah yang sedikit reyot  berbunyi  krikk..krikkk engsel pintu yang hampir lepas. Saya pun bergeser sedikit ke arah langit-langit rumah (baca: KPK ), akan saya  memotivasi cicak cicak yang warnanya kusam agar lebih bersemangat lagi menangkap nyamuk yang gigitannya menyerupai buaya  yang liar.

Banyak Sampah dan Debu yang harus dibersihkan saya pun keluar agak jauh dari rumah, terlihat pandangan tajam mata buaya yang bertaring pemangsa cerdik yang ingin mencabik-cabik mental, moral, dan akhlak Ketua pemberantasan korupsi ini. Saya tahu masih banyak koruptor yang masih bersembunyi diluar sana dan saya  ajak semua orang yang jujur yang setia  untuk bekerja sama bersama-sama memberantas para koruptor-koruptor dengan sukarela.

Andai Saya jadi ketua KPK? tentunya amanah pemerantasaan korupsi saya tegakan bukan hanya dengan kata tapi dengan aksi. Memang telah banyak cara untuk memberantas korupsi, dari peraturan yang dibuat lalu sengaja dilanggar, aksi Kampanye korupsi yang hanya formalitas dan berlalu begitu saja di telinga para koruptor, dari diskusi dan workshop-workshop yang ujungnya hanya menjadi sop/sup buntut tak berkuah. Entah memang koruptor di negeri ini sudah semakin licin seperti belut tanpa sisik dan berenang di rawa-rawa keruh, rasa malupun hilang selihai para koruptor menipu rakyat yang acuh tak acuh.

Apakah saya masih  pantas menjadi ketua KPK di negeri ini karena petugas pemberantasnya masih punya hati saat penyidikan dan para koruptornya pun mulai setengah hati, mungkin saya akan sukses bertugas menjadi ketua KPK di belahan benua lain yang keras semi  militer. Apakah cara hukum eksekusi semi militer pantas untuk negeri ini?? (hiraukan saja, saya hanya ngelantur )

“Mungkin saya terlalu kejam ya Tuhan melawan koruptor yang juga hambaMu.”

Apakah ini terlalu keras, kalau satu peluru untuk satu koruptor, satu gantungan tali untuk satu leher, satu tempat pengasingan khusus, atau mungkin  di penjara seumur hidup dibawah tanah tanpa computer, internet, tv, hp, ataupun seperangat alat salon untuk koruptor wanita.  Apakah ini satu-satunya jalan yang bisa membuat efek jera bagi para koruptor di negeri ini. Semoga saja para koruptor cepat sembuh dan jera, tidak lagi pura-pura buta dan tuli untuk membela diri, karena saya yakin mereka orang yang cerdas yang gelap mata demi kenikmatan sesaat mudah-mudahan saja mereka kembali ke jalan yang benar, secepatnya. AMIN. 

"Jangan pernah berhenti mengigatkan KORUPTOR untuk berhenti KORUPSI", dengan berbagai cara tulisan, foto, poster, spanduk, stiker, musik, lagu, filem, dan hal positif lainnya.

God Bless INDONESIA, God Bless KPK.

Terima Kasih.



#LombaBlogKPK
Twitter @tempodotco dan @KPK_RI
Facebook Page "Tempo Media" dan "Komisi Pemberantasan Korupsi"