.

Mempersembahkan Sebuah blog norak dari Celotehan Seorang Pemuda Desa yang aneh dan tidak terkonsep kayak kapal pecah, Syukur-syukur kalau masih bisa awet sampai punya anak-cucu-cicit ...

Sabtu, 30 Juli 2011

Keluarga mungil tanpa Kartu keluarga



---- W A R N I N G ---
Tulisan ini saya buat ketika mereka semua tertidur Pulas
alias ( ngebuat pulau manis di bantal)
walaupun saya tidur lebih awal di sofa depan tivi
dan bangun lebih awal untuk bergelut dengan tulisan iseng ini

mungkin tulisan ini tidak di baca semua orang
seperti Laskar Pelangi ataupun Sang Pemimpi
Ya itu dia karena tulisan ini limited edition,
mudah2an tulisan ini bisa menjadi
sebuah kutipan sejarah KKN sekali seumur hidup Kami
baca sampai akhir, sambil siapin es teh+ cemilan juga boleh

---- Kalo mao lanjut baca perlu bimbingan orang tua,
pacar, tetangga, dan tukang soup soto depan :) ---------

awal kisah,
perjalanan KKN UKDW 2011
sekaligus kehidupan di desa banjar arum,
tepatnya di dusun jogobayan,ngipikrejo 1 dan kriyan
adalah salah satu pengalaman terindah saya.

Kami berpejalananan naik angkot warna kuning dari kampus ukdw yogyakarta ke kecamatan banjararum
untuk berkumpul dalam acara penerjunan KKN,
sebelum nantinya di over ke dusun jogobayan tempat tinggal kami satu bulan.

perjalanan panjang itu,menjadi awal pertualangan yang nanti penuh cerita dan tak terlupakan,
rasanya perjalanan lebih banyak lucunya dari pada letihnya...

belum nyampai saja dah di ajak nyasar oleh si supir,.
supir nya sempat memisahkan arah dari rombongan angkot-angkot lain
karena si supir percaya yang lain pada nyasar,...
gak tau cuma angkot kita yang nyasar, dan ngambil arah sendiri.

12 menit kemudian :)
"kring kring ......kring kringg !!! "Hape si supir berbunyi
si supir yg baru mendapat panggilan masuk baru percaya dia nyasar waktu dia di telfon oleh si supir angkot lainnya,...
"aduh" ......
harap maklum supir angkot kami keluar dari jalurnya,...
tapi posisi nyasar kami tidak jauh dari kantor kecamatan,
angkot kami pun berbalik arah,
hanya beberapa saat saja kami sudah nyampai di tujuan, untung saja belum terlambat.

panas terik matahari siang itu, saat upacara di kantor kecamatan
membakar semangat mahasiswa-mahasiswi KKN, dengan raut dan mimik muka yang mengerutu kepanasaan.
teman teman berkeringat kepanasan dan kelelahan karena perjalanan panjang.

selesai upacara, kami telah di persiapkan dengan makan-makanan ....
terkesan sederhana biar nanti terbiasa waktu di desa
tempe,sayur, ya seperti itulah ....
usai santap menyantap, kami pun melanjutkan perjalanan ke tempat masing-masing kami menetap sesuai kelompok.

satu kelompok ada 7-8 anak,
mahasiswa-mahasiswi yang berbeda asal,dan fakultas.
ada yang cantik, cakep, gondrong,kribo, ada juga yg botak...
ada yang kuning langsat, putih, hitam manis dan ada juga yang cokelat.
ada yang langsing, kurus, ya...sedikit gendut...
ada yg berkumis tipis, juga brewokan :)
......
sesampai nya di tempat tinggal kelompok saya
di dusun jogobayan, kami telah di tunggu tuan rumah...
telah di persiapkan 2 kamar,
1 kamar untuk perempuan, dan 1 kamar untuk laki-laki.

beberapa saat setelah berisirahat
tuan rumah menyuguhi minuman dan kue.
berbincang bincang, dan berkenalan.
:)

Makan malam adalah kesmpatan makan bersama pertama kami di dusun jogobayan.

kami tidak bermanja manja untuk memilih makanan ini dan itu
dengan hidangan malam itu nasi, tempe, kerupuk,dan telur dadar.

"makannya seadanya ya, dek?"
Kalimat itu sering sekali saya dengar " ayo,makannya seadanya ya ..."
malam itu, benar benar terasa makannya ..

malam itu, saya makan nasi dengan tempe+kecap manis.

dan saya sangat menikmatinya.

Setelah itu, saya berjalan ke luar rumah, duduk di gazebo dan menatap ke atas ..
Demi Tuhan, saya tidak pernah melihat langit dengan bintang sebanyak itu dan Bulan seterang itu.

lebih indah dan lebih terang dari pada belut listrik maupun lampu pijar.

Di kota, kita jadi korban tidak hanya polusi udara, polusi suara, tapi juga polusi cahaya, sebuah kondisi di mana cahaya di kota kita terlalu terang sehingga tidak bisa melihat keluar dengan lebih jelas..

saya terkagum kagum,


Desa ini penuh dengan orang yang begitu ramah. Mereka sama ingin tahu tentang kami seperti kami ingin tahu tentang mereka.

Pagi hari ketika saya bangun, saya berjalan ke luar rumah dan duduk di Gazebo depan rumah...
Dan saya tidak melebih lebihkan ini: Ketika saya menghirup udara pagi, hidung saya sampai dingin karena udaranya begitu bersih..
Tidak ada kebisingan..

Main sepakbola dengan pemuda setempat.
Ngobrol-ngobrol di malam hari...
Menyenangkan sekali.

-------------------------------
Klimaks Scene :)

Kami seperti sebuah keluarga mungil
yang hanya saja belum terdaftar di dalam kartu keluarga
satu bulan bersama
dari buka mata pagi hari,
bunyi sapu yg bergesekan dengan tanah di halaman saat pagi ,
dinginnya percikan air cuci piring
nyanyian anak-anak PAUD yang slalu kami ingat.
semangat dentuman palu, pacul,bahkan parang
hingga matahari terbit dan tenggelam
menemani kami bersama

ini lah mereka yang selalu bersama dari detik pertama 13 juni 2011
Restyoko Pambudi sebagai ketua Kelompok yang memimpin kami dengan bijak, khas dengan suara nya yang tenang di tambah dengan logat jawa, dan ia juga menguasai kebudayaan jawa dengan baik.
(mas bro i'am wana be lesson about the javanis),.
ia orang yang melestarikan kebudayaan jawa dan menyimpan rapi memori ingatannya tentang sejarah-sejarah jawa....
cocok jadi Budayawan...

Edward Nari , seorang yang paling mendominasi di kelompok, di memberi konstribusi yang sangat bagus, ketika orang tidak menyadari harus di lakukan, ia melakukan yg harus ia lakukan.., ia selalu mencair kan suasana dari beku, tegang, sampai yg membara,..ia ahli dalam meNetralkan kondisi.
mungkin di waktu mendatang, ia duduk di bangku DPR untuk mensajehterakan rakyat.


Bram Kamasatya, ia dingin seperti es, ia pendiam dan murah senyum tapi ia selalu aktif membantu program teman sekelompok, orang ini lah yang membantu saya sampai akhir program KKN usai,...bolak balik sampai cape.
di kehidupan mendatang mungkin ia adalah BisnisMan yang cool dalam menjalankan perusahaannya.

Theoderikus Blastino, ini adalah penghuni Big Brother yang paling berhasil tinggal, karena saat yang lainya menggunakan jatah cuti pulang ke yogya,ia betah menahan rasa cuti nya, untuk tetap tinggal,Salut Bro :)
ia jadi tambah Chubby setelah satu bulan tinggal di rumah Big Bro.
kelak ia akan jadi progremer yang mempunyai restaurant makanan khas nusantara, yang membuatnya tetap jadi Chubby :)


Selanjutnya bicara tentang pemanis rumah Big Bro...

Rina Sriyanti, perempuan kalimantan ini mempunyai kulit paling putih,dan berkacamata,..
ia selalu mengangap kami semua sebagai ade ade nya, sebagai saudara
di pagi hari ia bangun paling awal untuk berdoa,
mungkin saja isi dari doanya mendoakan kami semua yang ada di rumah Big Bro,..biar sukses sampai akhir,.
Thank's for pray We All :)
mungkin di hari depan ia akan bekerja yang berkaitan dengan ke rohanian,


Natalia Gadi Djou, perempuan yang jauh dari ende ini menyimpan sebuah bakat dalam resep resep membuat kue,..
saya merasa beruntung sekelompok dengan nya, karena rajin membuat kue-kue dengan adonan rahasia,..kami satu kelompok siap mencicipi kue buatannya,,
mungkin suatu hari nanti ia akan merancang dan membuat kue bertingakat 20 di hari pernikahannya,...
:)
dan berwirausha di bidang Cake....

---------------------------------

Upsss, ada yg kelewatan nih
dari 6 orang yang udah di deskripsikan, masih kurang satu
siapa ayo....
siapa lagi kalau bukan orang yang menggellikan
Ya tentu saya :) hee

Alberto Deo Prawira, laki-laki dari hutan belantara kalimantan ini bak Tarzan yang melompat dari pohon ke pohon yang ada talinya....
nih dia yang paling Gondrong Sendiri,...badannya juga paling kerempeng..
menu makanan Favorite The Fried Tempe alias tempe goreng, khas indonesia kan.
sebenarnya saya tidak bisa mendeskripsikan tentang diri saya sendiri,
( mudah2an dengan di bacanya tulisan saya ini, teman2 bisa mendeskripsikan diri saya,...) ??

** Mohon maaf buat tulisan ini kalau ada kekeliruan, dan menyinggung hati para saudarawan, dan saudarawati...
mudah-mudahan bisa di sukai, apa adanya :P
in memorian jogobayan, Kalibawang.

Kata seorang INSPIRASI saya om Pandji :
ga ada keris yang ga ditempa.
Kalau mau bikin Keris, harus ditempa.
Mau bikin Keris yang bagus? Harus ditempa dengan lebih niat.
Mungkin juga bahkan ditempa dengan lebih lama.
I believe, what doesn’t kill you makes you stronger.
Kita, umat manusia adalah kerisnya.
Kita adalah besi yang ditempa.
Bukan kita yang memilih mau ditempa atau tidak. Sang Empu yang mengambil kita di antara batang-batang besi yang lain.
Dengan pertimbangan yang mungkin hanya Sang Empu yang tahu.
Kita hanya bisa terima ketika tempaan datang kepada diri kita, dan bersyukur bahwa kita yang dipilih.
Along the way, be patient, be strong.
Ketika tempaan selesai dan kita dicemplungin ke air, panas itu disiram dengan dingin, kita tidak lagi jadi hanya sekedar besi… kita adalah keris.

Karena KKN sebagian hidup di massa muda saya telah di tempa,telah di ubah dari sebatang besi mentah kan menjadi keris yang berharga.

semoga tulisan ini, menyemangati KKN berikutnya yang siap dan peka untuk mengabdi.

Betapa banyak pelajaran yang kami dapatkan di desa kecil ini.
Di sinilah saya mengerti, ketika kita memberi dalam keterbatasan, muncullah pengorbanan
Di situlah pemberian terasa besar artinya.
Pengorbanan, harusnya diberi penghargaan yang teramat besar.
Sayang, saya tidak tahu malam itu penghargaan apa yang bisa saya berikan kepada beliau..
Saya mati angin..
Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih berkali-kali... itupun terasa sangat kurang..

8 komentar:

  1. Natalia Maria30 Juli 2011 13.04

    i like thisss...
    sangat suka..
    sampai menitikan air mata baca nie..hehe
    beruntung saya mempunyai kalian..keluarga baruuu...
    Alberto Deo Prawira itu sering di panggil Gemesss..dgn dialek kalimantan yg khas,tp ttp bergaya make bhsa jawa...hahaha...
    sangat terobsesi menjadi artis..dgn single ter anyar..."Tuhan Aku pengen jadi Artis" i miss this song
    selalu bisa membuat kami tertawa,dgn tingkat kepedeannya yg di atas jalur tertinggi,hanyalan yg berlebihan,kelak klo jadi artis..bakal jadi pelawak yg bisa kalahin TUKUL tuch,,,hehehehe

    BalasHapus
  2. @ka lia : makasih dah mampir baca dan komen :)
    wah sampe menitikan air mata,..kebetulan saya jualan tissu nih :p hiiii

    Amin,..moga2 doa mu terkabul ka...
    ntn aja di tipi terdekat,.
    pasti ada muka gile deo gemesss...
    heee ^^

    BalasHapus
  3. wah
    mahasiswa
    UKDW ya

    BalasHapus
  4. terus berkarya kawan..

    by.bram

    BalasHapus
  5. Kalian semua sungguh luar biasa :)

    BalasHapus
  6. seneng nulis ya bro? kok ga sering kirim artikel ke koran kampus, ehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. bro @angga : senang nulis kalau lagi dapet pencerahaan bro :)
      mau sih ngirim artikel ke koran kampus tapi isi tulisan ku isinya bcanda2 dan galau2 smua..deh bro..apa bisa di terima ? hee

      :)

      Hapus
  7. wtf broww...
    ketua ganteng dusun sebelah kaga ada ne...

    salam dari ketua kisik...
    wkwkwk...

    BalasHapus

terima kasih banyak,anda telah memberi komentar